Jumat, 15 Februari 2013

Go International : Apa Maksudnya?

Hmmm, mau mancing kontroversi?
Bikin heboh dan onar? Pakai kata ini : Go International.

Kok bisa?

Akhir-akhir ini, kita sering sekali mendengar istilah 'Go International'. Di TV, di majalah, apalagi berita-beirta portal di berbagai situs berita dunia maya. Yang menjadi pertanyaan adalah : Mengapa istiah ini begitu 'keramat'? Dan bisa membuat perang besar diantara para 'pemuja'?

Nah, untuk menjawab pertanyaan yang populer abad ini, saya akan sedikit menulis tentangnya. Tentu dari sudut pandang saya, sebagai insan yang diberi kelebihan ide, dan tentunya kelebihan waktu sehingga bisa meluangkan untuk menulis di blog ini. Pastinya! dan kelebihan-kelebihan yang lain tentunya. Asal jangan kelebihan berat badan saja sih :)*

kata 'Go International'. Adalah kalimat dalam bahasa inggris. Terdiri dari 2 kata, yaitu 'Go' dan 'International'.
Kata 'Go' adalah kata kerja, yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berarti 'Pergi'. Gak percaya? pencet ini. Sedangkan kata 'International' adalah kata sifat atau kata keterangan. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata 'Internasional'. Loh kok sama? Iya. 'Internasional' adalah salah satu kata 'adopsi' dari Bahasa Inggris yang telah dibakukan dalam EYD. Artinya sendiri adalah : seluruh dunia atau mendunia.Ngeyel? Coba klik ini.

Sehingga kalau diartikan secara harafiah, 'Go International' berarti 'pergi ke seluruh dunia' atau 'pergi untuk (menjadi terkenal) mendunia'. Nah disinilah letak ambiguitas atau ketidak-jelasan makna. Apalagi dalam perkembangannya dibumbui berbagai macam intrik dan 'perang statemen' berbagai pihak terkait istilah ini.

Jadi apakah kalau kita sebagai orang awam, kemudian jalan-jalan ke luar negeri, liburan ke Zimbabwe misalnya, itu termasuk dalam kategori 'Go International'?
Apakah kalau kita kebetulan dapat kesempatan bisa mengenyam pendidikan di Jepang selama 10 tahun, itu juga termasuk kategori 'GoInternational'?

Jawabnya : tentu tidak bukan? 'Go International' tidak sembarangan dipake untuk hal-hal yang begitu. Kalau untuk becandaan sih, oke-oke saja ya. Asal masih dalam taraf yang wajar. Jadi kalau tarafnya hanya untuk becandaan, ya gak masalah sih. Misalnya : 'eh, kemarin aku #GoInternational ke Australia loh. Lumayan lah walau hanya jadi tukang cuci pantat kangguru'. Jadi enggak perlu marah atau tersinggung, namanya juga bercanda. Enggak perlu report spam juga di twitter. Apalagi ketika pas bilang 'Go International' ini enggak nyebut oknum. Seharusnya begitu sih.

Jadi, apa sebenarnya arti 'Go International' ini?
Kalau menurut saya pribadi sih begini. Istilah 'Go International' itu adalah suatu kegiatan keluar atau pergi ke negara lain (selain negara kita tentunya) dengan maksud untuk membuat kita lebih terkenal, dengan membawa misi dan visi tertentu. Sebagai contoh, mas Didik Nini Thowok. Beliu sering mengadakan konser tari di luar negeri. Tentu saja dengan tujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia, khususnya tari, di negara lain. Nah, pada akhirnya, orang-orang luar negeri jadi tahu kalau Indonesia itu cantik dan indah, penuh dengan budaya yang adi luhung.

Dan sebenarnya masih banyak lagi seniman-seniman Indonesia yang menurut saya telah 'Go International'. Tidak hanya dibidang seni tari saja, seni olah vokal, seni berperan (acting), dan seni tulis menulis (sastra) juga telah banyak yang membanggakan Indonesia. Cuma sayangnya, hal-hal semacam ini enggak pernah, atau setidaknya hanya sedikit, media yang memberitakannya. Sehingga seolah-olah, tidak ada seniman Indonesia yang benar-benar 'Go International'.

Memang patut disayangkan. Media lebih suka memberitakan hal-hal yang berbau sensasi. Malah lebih suka membicarakan seniman yang belum benar-benar 'Go International' tapi pemberitaannya penuh. Tiap hari, tiap jam ada saja beritanya. Ditambah lagi embel-embel pernyataan dan pertanyaan yang mengarah pada 'perang statemen'. Menurut saya sih sah-sah saja berbuat begitu. Artinya boleh saja memberitakan hal semacam ini, tapi tentu seharusnya lebih bijak lagi.

Jadi, sebenarnya seberapa penting 'Go International' ini?
Penting. Cuma ya harus sadar diri. Sebisa mungkin berbuat dulu, baru diberitakan sebagaimana mestinya. Jangan berkoar-koar dulu, padahal belum do anything. Memang, yang namanya bermimipi itu perlu sebagai motivasi memperoleh target keinginan kita. Tapi kalau kebanyakan mimpi tanpa berbuat untuk mewujudkannya, ya namanya tong kosong nyaring bunyinya. Ploh, kosong dan bolong.

Nah, oleh karena itu, mari kita tetap bermimpi untuk bisa 'Go International', tetapi dibarengi dengan tindakan yang nyata. wujudkan segera kalau memang sudah punya keberanian menunjukkan kemampuan kita. Jangan kebanyakan janji-janji.
Dan sebagai penikmat karya seni (dalam bahasa trend-nya disebut Fans), tunujkkan kalau kita adalah fans yang bermartabat. Jangan sampai akibat perbuatan kita, Seniman idola kita jadi menanggung malu akibat ulah kita. Apalagi ranahmya sudah di luar negara kita.

Dan yang lebih penting adalah, siapapun seniman yang akan 'Go International', dari bidang apapun itu, mari kita dukung sepenuh hati. Jangan malah saling jegal-menjegal. Ingat, kita ini satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air : Indonesia.

Sekian. Semoga bermanfaat.

1 komentar:

  1. Iya itu aku stuju didij Nini thowok dikatakan udh go international, dia berangkat dari sini utk memperkenalkan budaya indonesia di luar negeri.

    Nah.. kalo misalnya artis yg sengaja ke luar negri stay di sana, trus bikin karya di sana, apa itu bisa disebut go international?
    Tq

    BalasHapus